Belajar dari Nada

Agustus 18, 2010 at 7:19 am (Tak Berkategori)

Tak ada yang berbeda dalam pesantren kali ini, masih sama, materi, setoran hafalan surat pendek, bacaan Asma’ul Husna dan komponen2 lainnya, instruktur, guru, juga santriwan dan santriwati.

Tapi suatu hal yang membuatku kembali tersadar dan membuka mata, akan hal yang terkadang jarang untuk dikerjakan, yaitu menghafal Alquran.

Tugasku hanya sebagai instruktur juga pemateri, tak banyak memang, namun cukup menyita waktu. Siang ini, aku bertugas menjadi instuktur SD, salah satunya tugasnya memeriksa setoran hafalan. Mulailah aku meneliti semua hafalan yang sudah dan baru disetorkan. Adik-adik memang antusias tapi aku tak kalah bersemangat, secepat kilat mereka membaca, aku pun dengan sigap memeriksa setiap bacaan yang dilantukan.

Dalam usia yang masih belia alias sangat muda, otak mereka memang cepat menghafal. Tak salah jika ada diantara mereka ada yang begitu menonjol dalam hafalan. Salah satu yang menjadi fokusku adalah Nada.

Beda dengan teman-temanku sesama instruktur yang lain, yang sudah dikerubuni banyak santri, sedari tadi aku hanya berkutat dengan nada, kenapa? Ya……ia tak henti-hentinya menyetor hafalannya, mungkin juga aku tak di cari santri lain, karena nada yang dari tadi juga tak berhenti.:D

Nada mulai memberikan setorannya, saat kutanya sudah berapa surat alquran yang ia setorkan sebelumnya, dengan ringan ia memperlihatkan buku catatan ramadhannya, subhanallah…15 surat pendek sudak disetor juga pada seorang instruktur, juga tidak berganti hari.

Nada mulai membaca, bismillahirrahmanirrahim….tak pernah ia lupakan bacaan ini saat memulai setiap surat baru. Kudengarkan dengan seksama dan teliti jika ada ayat yang ia keliru atau terlupa. Nada terus berlanjut, dari surat yang awalnya pendek menuju surat dalam juz ‘amma yang cukup panjang, tak ada jeda, sesekali memang ia harus melihatku berharap aku melanjutkan bacaannya yang terlupa, bahkan ia sebenarnya sudah bertanya “boleh klo panjang kak…”, tentu saja boleh adikku….

Subhanallah, hampir 14 surat ia selesaikan dalam pertemuan kami hari itu, memang Nada baru pertama kali kutemui, tapi ia berhasil membuatku tersadar….

Nada, adalah salah satu bukti bahwa pendidikan islam yang ia dapatkan sejak dini berdampak baik pada dirinya, ia juga bukan anak yang bikin ribut selama pesantren, ia anak yang cukup tenang, ramah dan bersahabat, dan masih kutunggu setoranmu selanjutnya dik…..

Lain lagi dengan Alif, walau tak banyak yang ia setorkan namun ia sangat bersemangat jika ada satu suratpun yang belum berhasil ia kuasai, kulihat wajahnya yang selalu tersenyum menghafal Asy-Syam, duduk bersimpuh di depanku, di tangannya alquran besar yang hampir menutup tubuhnya yang mungil. Ia selalu berteriak “tunggu kak,sedikit lagi…..”

Nada dan Alif, apakah kalian harapan kami dalam menegakkan agama Allah. Melanjutkan dakwah ini. Diriku malu pada dua santri ini, malu pada Nada yang punya hafalan yang banyak, malu pada Alif yang begitu semangat menuntut ilmu.

Sahabat, terkadang kita terlalu sibuk pada urusan dunia, sibuk sekolah, sibuk kuliah dan pekerjaan lainnya, sudah sejauh mana kita memahami ayat-ayat Allah, membaca Alquran, dan mengenal islam ini.

Teman, kenapa kita selalu terlambat memulai, tapi tak seharusnya kita berdiam atau berhenti, Nada dan Alif adalah sebuah contoh nyata bagi kita semua, betapa kita yang harusnya bisa lebih dari mereka dalam pemahaman.

Dan inilah berkah ramadhan yang harusnya kita rasakan, jangan tunda….ramadhan masih bersama kita,jangan pernah sia-siakan…..^^

Ayo Menghafal Alquran….^^

by : welan,BRM Smandoe 2005-2006
juga dipostkan yg sama pada welan.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: